080322 Notulensi Deep Insight @taulebih.id × @insightme.id - Know Yourself better through SEX-EDUCATION


Halo halo hai, selamat malam!
Kali ini ane mau sharing notulensi IG Deep Talk dari @insightme.id × Zhafira Aqyla - Founder nya @taulebih.idπŸ‘πŸΎ
FYI, @taulebih.id salah satu Platform Edukasi yg berfokus membagikan konten2 seputar Sexual Education. Nah Zhafira sendiri memang Researcher di Bidang ini ya temen2, jadi InsyaAlloh konten nya bener2 daging semua. EnjoyπŸ₯‚

πŸ₯‚ Stigma Masyarakat Indo
Jadi di menit2 awal, Zhafira menjelaskan nih gimana sih pandangan/stigma/stereotip Masy Indo memandang Sex-Ed sendiri, doi membagi menjadi 3.
  1. Sex-Ed hanya mengajarkan seputar HAVING SEX, seperti memakai alat kontrasepsi, lalu ketika hamil bisa melakukan aborsi. Padahal, Sex-Ed tidak hanya berkutat tentang Having Sex aja nih, dalam Kurikulum nya kita diajarkan dari basic bagaimana cara membedakan antara wanita dan laki2, cara menghindari kekerasan seksual, dll.
  2. Cocok diajarkan hanya untuk yg di atas umur. Padahal, pembelajaran Kurikulum nya sesuai dengan usia masing2 (Age Appropriate).
  3. Banyak yg beranggapan datang dari Budaya Barat. Padahal, Kurikulum nya akan tetap disesuaikan dengan Value masing2 negara (Culture Appropriate).
 πŸ₯‚ Dampak Stigma

Zhafira juga menjelaskan bahwa dampak dari stigma negatif dari Masyarakat itu bisa menyebabkan kita membina/mendidik Generasi tanpa Ilmu Pengetahuan, padahal masing2 dari kita kelak kan menjadi seorang Orang Tua juga. Dampak kedua, kita juga bisa menormalisasi hal2 seperti body shaming, tidak memberi personal space bagi masing2 pribadi. Doi mencontohkan ni banyak kasus di Sekolah2 KeAgamaan yg mewajibkan adanya pengecekan Menstruasi-dengan melihat langsung anatomi Siswi-dengan memegang langsung pantat Siswi untuk mengecek apakah menggunakan Pembalut ataukah tidak. Contoh diataslah, salah sekian dari dampak stigma yg ada di Masyarakat, padahal personal space adalah salah satu basic Sex-Ed yg harus diajarkan. 
"Ketika kita bisa mengerti personal space diri sendiri, maka kita juga bisa mengerti personal space orang lain"

πŸ₯‚ Sex-Ed di Negara lain

Beberapa Negara yg sudah menerapkan Sexual Education secara komprehensif. Contohnya Malaysia yg sudah mengajarkan "Save/Unsave Touch" pada Siswa/i TK. Sedangkan di Kanada, sangat kooperatif dengan para Orang Tua. Orang Tua/Wali akan dimintai izin apakah berkenan putra/putri mereka diajarkan Kurikulum Sex-Ed, bila Ortu masih keberatan akan diberi opsi2 lanjutan. Lain dengan Inggris, adanya protes Imigran terkait Sex-Ed yg dianggap terlalu konservatif-sekuler, membuat Pemerintah turun tangan berjanji akan memperbaiki Kurikulum dan disesuaikan dengan masing2 Agama. Di Indonesia sendiri pada tahun 2017, sudah meluncurkan Modul bagi para Siswa/i SD yg diprakarsai oleh 3 Kementerian yakni, KEMENDIKBUD, KEMENKES dan KEMENAG. Tapi kembali lagi, belum ada regulasi jelas yg mengatur dari Pusat ke Dinas2 terkait di Daerah tentang Kurikulum ini.

πŸ₯‚ POV Orang Tua

Doi juga menjelaskan nih, bagaimana tips2 bagi Orang Tua agar tidak awkward/canggung ketika ngobrol bersama Anak terkait Sex-Ed ini. Karena Ortu sebagai makhluk dewasa yg sudah memiliki kematangan emosi, maka anak akan memberi mirroring reaction. Jika Ortu menyampaikan dengan gelagat tenang-tanpa mengganggap itu hal yg tabu-menyebutkan anatomi tubuh tanpa inisial2, maka Anak akan memberi respond yg sama. Dan perlu juga bagi Ortu untuk judge sejauh mana nih Anak mereka tahu akan hal tsb. Karena, jika bukan kita sebagai Ortu yg memberi penjelasan, mereka sang Anak akan mencari tahu sendiri. Dan jelas, hal itu lebih berbahaya, terlebih dizaman sekarang Internet yg mendominasi.

Disini doi menambahkan, bahwa ketika Kurikulum Sex-Ed ini diterapkan dan diimplementasikan, ada 3 Kelompok sekaligus yg perlu belajar dan saling terhubung. Anak itu sendiri-sehingga sebagai Ortu kita bisa memahami serta menghargai mereka. Kedua, sang Guru, untuk un-learn hal2 toxic yg selama ini kurang tepat kita sampai kan kepada para Peserta Didik dan Ortu itu sendiri agar memiliki "healthy relationship" dengan sang Anak, Anak akan merasa nyaman bertanya/konsultasi/meminta saran terkait hal2 biologis yg terjadi pada tubuhnya-sehingga hal tsb sudahlah tidak dianggap tabu-seperti apa itu keputihan-apa itu masturbasi, dll.

πŸ₯‚ ENDING

Di closing ceremoninya doi menyampaikan bagi siapapun diluar sana baik elemen Guru, Ortu, Kakak yg belum pernah belajar terkait Sex-Ed ini bahwa;


"Pengetahuan kita seperti Taman, apa yg tumbuh di Taman itu tdk bisa kita kontrol. Tapi kita bisa keep garden itu, dengan buang semua tanaman2 toxic dan kita tanam hal2 baru dengan knowledge kita"


Tanaman toxic yg doi maksud adalah lingkungan kita yg selama ini selalu victim blaming, body shaming, toxic harus kita UN-LEARN. Dan kita RE-LEARN hal2 baik yg belum kita ketahui, seperti consent, memberi personal space-personal decision-personal boundaries.

InsyaAlloh itu aja yg bisa ane capture nih dari deep talk insight via IG malam ini. Jangan lupa comment ya jika temen2 juga consent ke hal yg sama! Share juga ke yg lain biar tambah melek dan saling mengingatkan!♡

Yuk kita ciptakan save space untuk hidup yg lebih baik! See you di Notulensi yg lainnya ya~~~ untuk record Live nya bisa kalian check langsung di IG @insightme.id♡♡ 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review KFilm: "A Year-End Medley" 2021 - Romansa Kisah Cinta di akhir Tahun

Review KDrama: "Snowdrop" 2021 - Ketika Cinta menuntun pada kebenaran Ideologi